JAKARTA — Atlet wushu sanda andalan Indonesia, Samuel Marbun, mengusung misi besar untuk mengonversi medali perak menjadi emas pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendatang. Bertarung di kelas 65 kilogram, peraih medali emas SEA Games Thailand 2025 ini optimistis mampu mencapai puncak prestasi setelah melakoni serangkaian persiapan intensif sejak pertengahan tahun ini.

Meski program latihan utama telah memasuki tahap maksimal, Samuel mengungkapkan bahwa tim nasional wushu sanda masih menghadapi kendala minimnya lawan tanding (sparring partner) sepadan di dalam negeri. Oleh karena itu, ia menyuarakan harapannya agar pihak terkait dapat segera memfasilitasi agenda pemusatan latihan (TC) di Tiongkok guna mengasah keahlian tekniknya secara langsung.

Kiprah persiapan Samuel sejatinya telah bergulir sejak awal tahun, kendati sempat terhenti lantaran kewajiban menyelesaikan agenda pendidikan. Sejak Mei 2026, ia kembali memfokuskan fisik dan mental di pelatnas, bahkan secara proaktif menambah porsi latihan mandiri di luar jadwal resmi tim pelatih demi menjaga ketajaman performa.

Menghadapi peta persaingan ketat di Asia, Samuel menyoroti deretan rival kuat yang berpotensi menjadi penghalang, terutama petarung asal Tiongkok, Filipina, Vietnam, hingga Rusia. Guna mengantisipasi ancaman tersebut, Samuel bersama jajaran pelatih terus melakoni bedah video mendalam untuk menganalisis karakteristik, kelebihan, serta kelemahan tiap pesaing.

Di luar kesiapan fisik dan taktik, atlet berdarah Batak ini menegaskan bahwa daya juang serta kekuatan mental menjadi modal utama yang melandasi rasa percaya dirinya di matras pertandingan. Dengan disiplin ketat pada asupan nutrisi, pola istirahat, serta kepatuhan penuh terhadap instruksi pelatih, Samuel meyakini kibaran Bendera Merah Putih dapat berkibar paling tinggi di Jepang kelak.