Selama bertahun-tahun, muncul narasi populer yang menyatakan bahwa segelas anggur merah setiap hari dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular. Namun, berdasarkan riset berbasis bukti terbaru, para ahli medis kini menegaskan bahwa tidak ada alasan kesehatan yang kuat bagi seseorang untuk mulai mengonsumsi alkohol demi melindungi jantung mereka.

Profesor Dr. Pham Manh Hung, Direktur Institut Kardiovaskular Rumah Sakit 19-8, menekankan bahwa segelas anggur tidak akan pernah mampu menetralkan dampak buruk dari gaya hidup sedenter, kebiasaan merokok, atau pola makan tidak sehat. Berbagai studi klinis menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, bahkan dalam jumlah kecil, berpotensi memicu peningkatan tekanan darah, risiko fibrilasi atrium, hingga stroke hemoragik.

Pakar kesehatan senantiasa merujuk pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa tidak ada ambang batas konsumsi alkohol yang terbukti aman sepenuhnya bagi tubuh manusia. Bagi individu dengan riwayat penyakit jantung, diabetes, atau gangguan hati, membatasi alkohol sangat disarankan untuk mencegah perburukan kondisi kesehatan.

Banyak masyarakat keliru menganggap bahwa kandungan polifenol dalam anggur merah membuatnya lebih aman dibandingkan jenis minuman alkohol lain. Padahal, nutrisi antioksidan tersebut sejatinya bisa diperoleh dengan jauh lebih efektif melalui konsumsi buah-buahan segar, beri, dan sayuran hijau tanpa harus terpapar risiko alkohol.

Sebagai penutup, para ahli menyarankan masyarakat untuk tidak mengandalkan satu jenis minuman sebagai "obat ajaib" bagi jantung. Resep kesehatan jantung yang teruji secara ilmiah tetap berfokus pada pengendalian tekanan darah, manajemen berat badan ideal, olahraga rutin, serta pola makan seimbang yang kaya nutrisi alami.