Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah cepat dengan mengirimkan enam personel Tim Tanggap Bencana ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Misi kemanusiaan yang berlangsung pada 19 hingga 30 Agustus 2026 ini dilepas langsung oleh Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, di Yogyakarta.
Selain mengerahkan tenaga ahli, UGM juga membawa misi penyaluran bantuan medis darurat. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menitipkan logistik obat-obatan seberat 40 kilogram untuk tahap awal, dari total alokasi 240 kilogram yang disiapkan untuk membantu warga terdampak gempa di NTT. Bantuan tersebut mencakup parasetamol, ibuprofen, multivitamin, cairan infus, hingga alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan medis.
Dekan FK-KMK UGM, Prof. Yodi Mahendradhata, menjelaskan bahwa tim yang diberangkatkan merupakan kolaborasi antara ahli manajemen bencana FK-KMK dan tim medis dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Tim ini bertugas untuk melakukan asesmen cepat (rapid health assessment) guna memetakan kebutuhan riil di lapangan agar bantuan lanjutan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. Ia menyebutkan bahwa keterbatasan transportasi logistik diatasi dengan memanfaatkan ruang bagasi tim UGM yang berangkat terlebih dahulu, sehingga obat-obatan esensial bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan di lokasi bencana.
Kabupaten Ngada menjadi salah satu wilayah prioritas awal bagi tim medis UGM. Mengingat dampak gempa sering kali mengakibatkan cedera fisik dan kerusakan fasilitas kesehatan setempat, keberadaan tim penilai cepat ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kesehatan lebih lanjut serta mempercepat pemulihan layanan medis di daerah tersebut.