PT Bank Danamon Indonesia Tbk optimistis mencatatkan pertumbuhan signifikan pada segmen simpanan valuta asing (valas) hingga akhir tahun ini. Manajemen mematok target kenaikan di kisaran 50 hingga 60 persen, angka yang dinilai sejalan dengan tren transaksi valas nasabah yang terus menunjukkan penguatan.

Liabilities Banking Services Head Danamon, Steven Dhalimarta, menjelaskan bahwa proyeksi positif ini didasari oleh meningkatnya kebutuhan nasabah dalam melakukan transaksi internasional. Kebutuhan tersebut mencakup berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan wisata, pembiayaan pendidikan di luar negeri, hingga belanja melalui platform daring berskala global.

Saat ini, performa pertumbuhan simpanan valas Danamon telah mencapai angka 40-45 persen. Pencapaian ini melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang secara umum berada di rentang 20 hingga 30 persen. Secara rinci, pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan tabungan valas sebesar 29,9 persen, simpanan berjangka sebesar 27,9 persen, serta giro valas sebesar 10,2 persen secara tahunan.

Lebih lanjut, Steven merinci bahwa mayoritas basis nasabah valas Danamon didominasi oleh segmen individu dengan kontribusi mencapai 70 hingga 80 persen. Sementara sisanya merupakan nasabah korporasi yang turut aktif melakukan transaksi lintas negara.

Menyikapi tren transaksi global yang terus meningkat, pihak bank turut mengimbau nasabah agar lebih bijak dalam bertransaksi untuk menghindari praktik konversi ganda atau double conversion. Nasabah disarankan untuk memanfaatkan rekening multi-mata uang dan memantau pergerakan kurs secara berkala guna menekan biaya transaksi yang tidak perlu.

Danamon menekankan bahwa efisiensi finansial kini tidak hanya bergantung pada kurs yang kompetitif, melainkan juga pada kemudahan dan transparansi biaya dalam setiap transaksi. Penggunaan fitur yang memungkinkan pembayaran langsung menggunakan mata uang negara tujuan menjadi langkah strategis yang direkomendasikan bagi nasabah dalam melakukan pengelolaan keuangan lintas negara.