Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan mendadak terhadap Pusat Komando Operasi Khusus di pangkalan militer Al-Tanf, Suriah. Aksi militer ini diklaim sebagai bentuk pembalasan atas gugurnya tentara Iran dalam serangan udara yang sebelumnya dilancarkan Amerika Serikat di wilayah Iranshahr.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis media pemerintah setempat, pasukan udara IRGC mengeklaim telah menghancurkan sistem radar pertahanan serta beberapa helikopter operasi khusus di pangkalan tersebut. Serangan ini juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa dari pihak yang mereka sebut sebagai pasukan sekutu AS.

Pangkalan Al-Tanf merupakan wilayah strategis yang terletak di perbatasan tiga negara, yakni Suriah, Yordania, dan Irak. Meski militer AS menyatakan telah menarik mundur seluruh pasukannya dari sana pada Februari lalu dan kendali diambil alih oleh Suriah, wilayah ini tetap menjadi titik panas pertempuran. Hingga kini, pemerintah Suriah maupun militer AS belum memberikan respons resmi terkait klaim serangan terbaru tersebut.

Sebelumnya, ketegangan kawasan meningkat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) membombardir puluhan target militer Iran menggunakan jet tempur, drone, dan kapal perang. Operasi AS tersebut menyasar sistem pertahanan udara, situs pengawasan pantai, hingga jalur logistik militer di wilayah Iran.

Serangan udara AS tersebut dilaporkan merusak sejumlah infrastruktur vital Iran, termasuk stasiun kereta api di kota pesisir Bandar Khamir, Bandara Iranshahr, serta lima jembatan penghubung. Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengonfirmasi bahwa rangkaian serangan udara AS dalam sepekan terakhir telah menewaskan sedikitnya 30 orang.