PT Bakrie Power, anak usaha dari PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), membidik potensi besar dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Surabaya Raya. Langkah ini dipandang sebagai strategi diversifikasi bisnis jangka panjang yang sejalan dengan komitmen transisi energi global dan penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.

Melalui konsorsium Mentari Citra Lestari yang dibentuk bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited, perusahaan berhasil memenangkan tender tahap kedua untuk proyek PSEL tersebut. Proyek yang ditender oleh Danantara ini dirancang untuk memiliki kapasitas pengolahan sampah perkotaan mencapai 1.100 ton per hari.

Direktur Utama sekaligus CEO PT Bakrie Power, Ronald Nehemia Sinaga, mengungkapkan antusiasmenya dalam berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Danantara serta para pemangku kepentingan terkait guna mematangkan aspek teknis, perizinan, komersial, hingga skema pembiayaan sebelum menentukan jadwal konstruksi.

Sebagai informasi, Bakrie Power merupakan entitas yang dimiliki secara tidak langsung oleh BNBR melalui PT Bakrie Metal Industries (BMI). Meskipun pendapatan neto sektor infrastruktur dan manufaktur BNBR mengalami penurunan menjadi Rp3,11 triliun pada tahun 2025, laba bersih segmen ini justru melonjak signifikan dari Rp355,56 miliar pada 2024 menjadi Rp571,74 miliar pada 2025.

Kehadiran proyek pembangkit listrik berbasis sampah ini dipastikan akan memperkuat portofolio energi milik Bakrie Power. Sebelumnya, perusahaan yang berdiri sejak 1994 ini telah mengelola sejumlah aset strategis di sektor ketenagalistrikan, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), hingga proyek panel surya (EPC PV).