Denyut nadi hiburan malam di Kota Batam mendadak lesu menyusul rangkaian operasi pemberantasan penyakit masyarakat yang digelar intensif oleh Mabes Polri selama sepekan terakhir. Tindakan tegas yang menyasar kawasan Jodoh dan Lubukbaja ini tidak hanya fokus pada peredaran gelap narkotika, melainkan juga berhasil membongkar praktik perjudian terselubung yang berlindung di balik kedok pusat hiburan.
Operasi maraton ini bermula pada Senin dini hari (10/8/2026) saat tim gabungan Bareskrim Polri menggerebek HH Club di Komplek Nagoya City Center. Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan 32 orang dan menetapkan enam di antaranya sebagai tersangka, serta menyita 752 butir pil diduga ekstasi dari sebuah brankas. Penyelidikan kemudian melebar pada Sabtu dini hari (15/8/2026) dengan penyegelan dua tempat hiburan malam ternama lainnya, yakni Newton (P2) dan F1 (P1).
Tidak berhenti di situ, Korps Bhayangkara memperluas sasaran ke sektor perjudian dengan menggerebek Nine Stage Lounge and Bar pada Sabtu malam. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 197 orang yang terdiri atas manajemen, staf, hingga 96 pemain. Menariknya, sepuluh di antara pemain yang ditangkap merupakan warga negara asing yang berasal dari China, Singapura, dan Malaysia.
Dalam pengungkapan kasus judi ini, polisi menyita uang tunai fantastis senilai Rp7,7 miliyar beserta puluhan mesin ketangkasan seperti mesin mahyong, sketer, dadu, dan piala. Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, menegaskan komitmennya untuk menyapu bersih segala bentuk aktivitas perjudian dan narkoba tanpa pandang bulu di wilayah Batam. Para pelaku kini dijerat dengan pasal berlapis terkait perjudian dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Dampak dari operasi skala besar ini langsung terasa pada lesunya roda bisnis hiburan malam di pusat kota Batam. Sejumlah pekerja melaporkan penurunan drastis jumlah pengunjung karena kekhawatiran akan adanya razia susulan. Fenomena ini juga memengaruhi sektor pariwisata lokal, di mana para pelancong mancanegara kini memilih menghindari kawasan klub malam dan beralih ke tempat rekreasi biasa demi keamanan.