Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru mulai menjajaki kerja sama teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi baru bersama perusahaan asal Jepang, Biotechworks. Melalui langkah strategis ini, sampah di Kota Bertuah diproyeksikan dapat dikonversi menjadi hidrogen dan bahan bakar alternatif tanpa menyisakan residu pencemaran.

Penjajakan tersebut dibahas dalam forum audiensi di Ruang Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Pekanbaru. Pertemuan dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV Roni Amriel bersama Ketua Komisi IV Rois, serta dihadiri langsung oleh CEO Biotechworks, Akihide Nishikawa, yang memaparkan portofolio teknologi ramah lingkungan mereka yang telah sukses diimplementasikan di berbagai negara.

Akihide Nishikawa menekankan pentingnya pendekatan modern dalam mengatasi persoalan sampah di Pekanbaru yang dinilai mendesak. Menurutnya, penumpukan sampah di Pekanbaru berisiko menjadi bom waktu yang tidak akan terselesaikan hingga puluhan tahun ke depan jika masih dikelola secara konvensional. Ia menawarkan solusi konversi energi yang nantinya dapat disalurkan ke sektor industri lokal.

Merespons paparan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois, menyatakan ketertarikannya terhadap konsep yang ditawarkan. Salah satu daya tarik utama bagi legislatif adalah skema pembiayaan non-APBD yang diajukan oleh pihak pengembang, sehingga anggaran daerah dapat dialokasikan untuk sektor pembangunan prioritas lainnya.

Kendati demikian, parlemen daerah belum memberikan keputusan final. Masalah pemilahan sampah yang belum berjalan di tingkat rumah tangga Pekanbaru menjadi tantangan tersendiri dibanding kondisi di Jepang. Guna mendalami kelayakan teknis dan mekanisme operasionalnya, Komisi IV dalam waktu dekat segera memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru untuk pembahasan lebih komprehensif.