Warga Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla, kini dapat bernapas lega terkait pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Kualitas air bersih di wilayah tersebut dipastikan membaik berkat penerapan inovasi teknologi filtrasi berbasis bahan lokal yang dirancang oleh akademisi dan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU).

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perakitan Alat dan Media Filter Air Bersih di Meunasah Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Woyla. Program ini merupakan kolaborasi erat antara Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PKMBR) UTU.

Untuk memastikan keberlanjutan program, masyarakat membentuk Kelompok Kerja (Pokja) SIGAP Air yang beranggotakan pemuda dan ibu-ibu setempat. Pokja ini dilatih secara khusus untuk memegang kendali penuh atas operasional dan perawatan sistem penyaringan air desa agar fasilitas yang telah dibangun tidak mangkrak di kemudian hari.

Ketua Tim PKMBR UTU, Ir. Cut Suciatina Silvia, menekankan pentingnya transfer pengetahuan ini. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program penyediaan air bersih tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan pada kapasitas masyarakat untuk merawat dan memperbaiki sistem filtrasi tersebut secara swadaya.

Secara teknis, teknologi filtrasi dirancang sederhana dengan menyesuaikan karakter fisik dan kimia air di Desa Pasi Birah. Alat penyaring ini memanfaatkan sembilan lapisan media yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, mulai dari ijuk, spons, batu karang, pasir zeolit, arang batok kelapa, pasir silika, pasir halus, kapas, hingga kain saring. Kombinasi bahan tersebut terbukti efektif menyaring partikel kasar, menghilangkan bau, serta menjernihkan air keruh.

Selama pelatihan, warga tidak hanya mempraktikkan perakitan alat secara langsung, tetapi juga dibekali modul panduan operasional. Melalui pembekalan intensif ini, Pokja SIGAP Air kini siap menjaga keberlanjutan pasokan air bersih yang sehat dan layak pakai secara mandiri bagi seluruh warga desa.