Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua Selatan, tengah merancang langkah strategis untuk mengatasi persoalan kelangkaan air bersih yang kerap melanda wilayahnya. Langkah solutif ini ditempuh dengan menjajaki penerapan teknologi desalinasi, yakni proses pengolahan air laut atau air payau menjadi air tawar yang aman dan layak konsumsi.
Rencana tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, saat menghadiri rapat pembahasan KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2026 di Ruang Sidang DPRK Asmat. Thomas menjelaskan bahwa pihak pemerintah daerah saat ini sedang aktif menggali informasi terkait implementasi teknologi tersebut di Jakarta.
Bupati menambahkan, rincian teknis serta estimasi biaya proyek desalinasi ini ditargetkan rampung pada September mendatang. Namun, ia tidak menampik bahwa adopsi teknologi modern ini menuntut investasi finansial yang cukup besar, yang saat ini berbenturan dengan kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Asmat berkomitmen mencari alternatif pembiayaan, salah satunya melalui mekanisme pengerjaan bertahap dengan skema proyek tahun jamak (multiyears). Dengan demikian, program pemenuhan kebutuhan dasar publik ini diharapkan tetap dapat berjalan secara berkelanjutan.
Penyediaan air bersih ditegaskan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Menurut Bupati, situasi sulit saat musim kemarau menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur pengolahan air demi menjamin pelayanan publik yang optimal dan menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Asmat.