Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada ekosistem gambut di Kalimantan Tengah kini mengadopsi pendekatan terobosan yang ramah lingkungan. Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) bersama Korps Brimob Polri mulai menerapkan inovasi pemadaman bara api bawah tanah memanfaatkan formula berbasis pati singkong di kawasan gambut Dulin Kandang, Kota Palangka Raya.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa tantangan terbesar penanggulangan karhutla gambut terletak pada bara api yang mengendap di bawah permukaan. Meski luapan api di permukaan berhasil dipadamkan, bara tersembunyi tersebut kerap memicu kepulan asap pekat serta berisiko menimbulkan kebakaran susulan saat tertiup angin kencang. Untuk memutus rantai risiko ini, tim gabungan mengaplikasikan serbuk organik bernama Hertindo AF31.
Mekanisme penerapannya dilakukan dengan melarutkan 25 kilogram serbuk pati singkong ke dalam 100 liter air, yang kemudian disuntikkan langsung ke pusat titik panas menggunakan pipa injeksi khusus. Guna menjamin ketepatan sasaran pemadaman dan menghemat penggunaan air di tengah kondisi kemarau panjang, pengoperasian lapangan ini dikombinasikan dengan teknologi pemindai suhu dari drone thermal.
Selain mampu menghemat penggunaan pasokan air secara signifikan, penggunaan racikan alami ini memberikan keuntungan jangka panjang bagi pemulihan ekosistem gambut. Berbeda dari bahan kimia sintetis yang berisiko mencemari tanah dan menurunkan kesuburan area resapan, serbuk Hertindo AF31 bersifat mudah terurai secara biologis (biodegradable) sehingga aman bagi kelestarian hara tanah dan kualitas air setempat.