Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menekankan pentingnya optimalisasi ruang publik sebagai sarana olahraga yang terjangkau, mudah diakses, serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Imbauan tersebut disuarakan di tengah kemeriahan perhelatan ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta.
Melalui Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR), Kemenpora mengajak warga untuk membudayakan aktivitas fisik secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas fisik tidak boleh menjadi penghambat masyarakat untuk aktif bergerak. Ia menggarisbawahi bahwa pemanfaatan area publik seperti Car Free Day (CFD) harus mengedepankan prinsip inklusivitas guna memfasilitasi kaum disabilitas.
Komitmen inklusivitas tersebut ditunjukkan nyata dalam rangkaian agenda ASD 2026. Selain menggelar ASEAN Fun Run, Tour de Prambanan, dan integrasi kegiatan CFD, pihak penyelenggara mengadakan Training of Trainers (ToT) yang diikuti 115 penyandang disabilitas. Program pelatihan ini disiapkan secara khusus untuk mencetak instruktur dan penggerak olahraga disabilitas yang kompeten di lapangan.
Antusiasme tinggi tampak dari partisipasi ratusan peserta yang memadati ajang ASEAN Fun Run, termasuk komunitas disabilitas rungu serta warga mancanegara. Selain berperan sebagai ruang ekspresi kebugaran, para peserta menilai agenda lintas negara ini efektif dalam mempererat jalinan silaturahmi serta solidaritas antarwarga di kawasan ASEAN.
Tidak hanya berdampak positif pada kesehatan publik, helatan berskala internasional ini memberikan efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi perekonomian dan pariwisata daerah. Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat adanya lonjakan aktivitas ekonomi yang signifikan, dengan estimasi perputaran uang mencapai angka Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar selama tiga hari pelaksanaan acara.
Dampak menggembirakan ini juga dirasakan langsung oleh industri perhotelan lokal melalui peningkatan tingkat hunian kamar. Keberhasilan penyelenggaraan ASD 2026 pun memicu optimisme pemerintah daerah untuk terus menghadirkan event olahraga internasional bergengsi lainnya, seperti wacana penyelenggaraan ASEAN Marathon di Sleman pada masa mendatang.