Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Pemerintah Kota Surabaya diharapkan tidak hanya berhenti pada pengumpulan data medis warga. Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur mendorong agar program tersebut dikembangkan menjadi ekosistem kesehatan preventif yang terintegrasi melalui konsep "RS Smart" berbasis Rukun Warga (RW).
Perwakilan ICMI Jawa Timur, M. Isa Ansori, menjelaskan bahwa konsep RS Smart ini berfungsi sebagai jembatan penghubung antara data kesehatan warga, fasilitas medis, dan kekuatan komunitas di tingkat lingkungan terkecil. Dengan pendekatan ini, paradigma pelayanan kesehatan akan bergeser dari sekadar mengobati orang sakit menjadi langkah proaktif guna mendeteksi risiko penyakit secara dini.
Menurut Isa, data yang diperoleh dari program CKG harus ditindaklanjuti secara konkret mulai dari klasifikasi risiko, intervensi, pendampingan, hingga evaluasi berkala terhadap kondisi pasien. Melalui skema ini, warga dengan risiko penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, maupun gangguan kesehatan mental dapat terpantau dan mendapat penanganan yang tepat sebelum kondisinya memburuk.
Sebagai ruang yang paling dekat dengan keseharian masyarakat, RW dinilai sangat potensial menjadi pusat integrasi pelayanan. Melalui pemanfaatan teknologi, jejaring kesehatan dapat dibangun tanpa perlu mendirikan bangunan fisik rumah sakit baru di setiap wilayah. Jejaring ini nantinya akan menghubungkan RT, kader posyandu, puskesmas, hingga dokter spesialis dan apotek setempat.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah penyusunan Health Dashboard tingkat RW yang menampilkan peta risiko kesehatan wilayah secara agregat tanpa melanggar privasi data pribadi warga. Langkah ini bertujuan agar setiap kebijakan intervensi medis atau penyuluhan kesehatan yang diambil didasarkan pada data riil di lapangan.
ICMI Jawa Timur menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra pengetahuan (knowledge partner) bagi Pemkot Surabaya guna mewujudkan sistem ini. Skema serupa sebelumnya juga telah dijajaki oleh ICMI Jatim melalui kerja sama resmi dengan Pemerintah Kabupaten Malang untuk menguji efektivitas intervensi kesehatan berbasis komunitas.