Kanker tidak selalu menunjukkan tanda-tanda yang mencolok seperti nyeri hebat atau benjolan yang tampak jelas. Justru banyak jenis kanker berkembang secara perlahan dengan gejala menyerupai keluhan kesehatan sehari-hari, sehingga kerap luput dari perhatian dan berujung pada keterlambatan diagnosis.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Dr. Sameer Khatri, dokter spesialis onkologi medis dari Max Super Speciality Hospital Patparganj, India. Menurut Khatri, mayoritas gejala awal kanker memang lebih sering dikaitkan dengan kondisi yang tidak berbahaya. Namun, ia menegaskan bahwa gejala yang menetap, terus memburuk, atau berulang tanpa perbaikan seharusnya tidak diabaikan begitu saja.
Salah satu gejala yang patut diwaspadai adalah batuk yang tak kunjung reda. Khatri menjelaskan bahwa batuk berkepanjangan umumnya dipicu oleh infeksi virus, alergi, maupun paparan polusi udara. Akan tetapi, apabila batuk berlangsung lebih dari tiga minggu dan disertai keluarnya darah atau sesak napas, kondisi ini bisa menjadi indikasi awal kanker paru-paru atau kanker laring, khususnya bagi mereka yang memiliki kebiasaan merokok.
Gangguan pencernaan yang berlangsung terus-menerus juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Khatri menjelaskan bahwa rasa tidak nyaman pada lambung secara sesekali memang tergolong wajar. Namun, bila gangguan pencernaan menetap atau muncul sensasi makanan tersangkut saat menelan, hal tersebut dapat mengindikasikan kanker lambung atau kanker kerongkongan. Ia menyarankan pasien yang keluhannya tidak membaik meskipun sudah mengonsumsi obat agar segera berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi.
Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas juga perlu mendapat perhatian serius. Menurut Khatri, kehilangan sekitar 5 hingga 10 persen bobot tubuh dalam hitungan bulan tanpa menjalani program diet atau peningkatan aktivitas fisik dapat menjadi sinyal adanya kanker darah, kanker paru-paru, kanker pankreas, maupun kanker lambung.
Perubahan pola buang air besar yang berlangsung dalam jangka waktu lama pun tidak boleh diabaikan. Gejala seperti diare berkepanjangan, sembelit, perut kembung, ditemukannya darah pada tinja, sensasi buang air besar yang tidak tuntas, hingga anemia tanpa penyebab jelas dapat mengarah pada kanker kolorektal. Selain itu, kelelahan kronis yang tidak membaik meskipun telah beristirahat cukup, terutama jika disertai anemia, infeksi berulang, atau penurunan berat badan, bisa menjadi pertanda awal limfoma, leukemia, maupun kanker kolorektal.
Khatri juga menyoroti pentingnya memperhatikan kondisi rongga mulut. Sariawan, bercak putih, atau bercak merah di mulut yang tidak sembuh selama lebih dari dua minggu harus segera diperiksakan, terutama pada pengguna tembakau. Ia menyebut kanker mulut cukup sering ditemukan dan deteksi dini dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan secara signifikan. Hal serupa berlaku untuk luka pada kulit yang tak kunjung membaik, yang juga memerlukan evaluasi medis untuk memastikan penyebabnya.
Dokter spesialis onkologi ini menegaskan bahwa deteksi dini tetap menjadi langkah paling efektif dalam meningkatkan peluang kesembuhan. Semakin cepat gejala dikenali dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis, semakin besar kemungkinan penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius.