Banyak orang sering kali mengaitkan rasa lelah dengan kurangnya durasi tidur atau tekanan pekerjaan. Namun, Direktur Kardiologi di Beverly Hills Cardiovascular and Longevity Institute, Dr. Sam Setareh, mengingatkan bahwa kelelahan kronis yang menetap bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan jantung Anda.

Secara mekanisme medis, jantung bertugas memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh organ tubuh. Ketika efisiensi pompa jantung menurun, jaringan tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang memadai, sehingga memicu rasa letih yang ekstrem dan penurunan stamina secara signifikan. Kondisi ini sering kali muncul jauh sebelum gejala klasik seperti nyeri dada dirasakan oleh pasien.

Dr. Setareh menekankan bahwa gejala ini sangat krusial untuk diwaspadai, khususnya pada wanita yang sering kali menunjukkan gejala penyakit jantung secara tidak khas atau atipikal. Data studi bahkan mencatat bahwa lebih dari separuh pasien gagal jantung, baik pria maupun wanita, melaporkan rasa lelah yang luar biasa sebagai keluhan utama mereka.

Salah satu indikator yang perlu dicermati adalah munculnya napas pendek atau sesak saat melakukan aktivitas fisik ringan yang dulunya terasa mudah, seperti berjalan kaki atau menaiki tangga. Jika napas Anda terasa terengah-engah dalam situasi tersebut, ini menjadi petunjuk kuat bahwa jantung dan paru-paru sedang berupaya keras mengompensasi keterbatasan suplai oksigen.

Apabila kelelahan yang dirasakan tidak membaik meski telah beristirahat dan mulai menghambat produktivitas harian, masyarakat sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis. Deteksi dini melalui konsultasi dengan dokter spesialis jantung menjadi langkah vital untuk mencegah komplikasi kardiovaskular yang lebih serius di masa depan.