DENPASAR - Perkembangan teknologi digital yang kian masif membawa dampak ganda bagi generasi muda. Di satu sisi memberikan kemudahan belajar, namun di sisi lain, penyalahgunaan media digital kini menjadi ancaman nyata yang berpotensi mengganggu kesehatan mental anak-anak secara serius.

Pola konsumsi gawai yang tidak terkontrol tanpa pendampingan orang tua sering kali menjadi pemicu utama. Anak-anak rentan terpapar konten negatif, mengalami kecanduan permainan daring, hingga menjadi korban atau pelaku perundungan siber (cyberbullying). Kondisi ini lambat laun dapat memicu gangguan kecemasan, depresi, dan penurunan konsentrasi belajar.

Para pakar psikologi mengingatkan pentingnya batasan waktu layar (screen time) serta pengawasan aktif dari lingkungan keluarga. Selain membatasi durasi, orang tua juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka guna mengedukasi anak mengenai etika dan keamanan dalam berselancar di dunia maya.

Langkah preventif kolektif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan literasi digital yang tepat sejak dini, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat diarahkan ke hal-hal positif demi menjaga tumbuh kembang dan kesehatan mental generasi penerus bangsa.