Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) berhasil mencatatkan rebound pada perdagangan Selasa (25/8). Pemulihan ini dimotori oleh penguatan saham-saham di sektor teknologi dan semikonduktor, di tengah penantian para pelaku pasar terhadap laporan keuangan Nvidia serta data inflasi terbaru.

Penguatan indeks utama ini sekaligus meredakan kecemasan para investor akibat aksi jual di pasar obligasi sebelumnya yang sempat memicu lonjakan imbal hasil (yield). Selain itu, langkah antisipasi juga diambil pelaku pasar guna menghadapi bulan September, yang secara historis kerap menjadi periode menantang bagi pergerakan bursa saham.

Kepala Riset Investasi Alpha di Segal Marco Advisors, Geoff Strotman, menilai bahwa volatilitas pasar saat ini masih tergolong wajar mengingat tren kecerdasan buatan (AI) baru berada di tahap awal. Meskipun kekhawatiran terkait valuasi saham yang tinggi terus membayangi, Strotman menekankan bahwa fundamental pasar tetap kokoh berkat sokongan kinerja laba emiten yang solid.

Penguatan indeks Nasdaq dipimpin oleh sejumlah raksasa teknologi. Saham Nvidia tercatat naik 1,4 persen, disusul Meta Platforms yang menguat 0,9 persen. Sementara di industri chip, saham Micron Technology melonjak 3,9 persen dan Intel naik 3,1 persen. Kenaikan juga dialami Advanced Micro Devices (AMD) sebesar 3,4 persen setelah mendapatkan peningkatan rekomendasi dari Raymond James.

Kini, fokus utama investor tertuju pada rilis laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan pada hari Rabu. Hasil kinerja produsen chip tersebut dianggap krusial karena akan menjadi indikator prospek investasi kecerdasan buatan secara global. Selain Nvidia, pelaku pasar juga menantikan rilis data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed.

Di sisi lain, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada pertemuan Jackson Hole akhir pekan ini turut menjadi perhatian guna mencari petunjuk kebijakan moneter selanjutnya. Di bidang geopolitik, pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai sanksi transaksi keuangan terhadap mitra dagang Iran ikut dipantau pasar, yang dinilai analis sebagai strategi diplomasi AS dalam memperkuat posisi tawar global.