Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Sulawesi Utara menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik harian. Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menguatkan pesan bahwa olahraga hendaknya tidak sebatas menjadi agenda seremoni atau ajang kompetisi semata, melainkan bagian integral dari gaya hidup sehat seluruh lapisan warga.

Suasana penuh kehangatan terpancar saat Wagub Victor Mailangkay menyerahkan sertifikat penghargaan kepada seorang penerima yang menggunakan kursi roda. Momen simbolis tersebut menegaskan pesan utama Haornas tahun ini, yakni olahraga wajib menjadi ruang yang ramah, inklusif, serta berkeadilan bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang kondisi atau keterbatasan fisik.

Membacakan pidato amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Victor menekankan bahwa pembinaan olahraga merupakan investasi jangka panjang bangsa yang bernilai strategis. Melalui kebiasaan bergerak dan berolahraga secara teratur, masyarakat tidak hanya memperoleh kebugaran jasmani, tetapi juga membentuk watak yang disiplin, tangguh, sportif, dan berdaya juang tinggi.

Mengusung tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!", indikator keberhasilan pembangunan sektor olahraga kini digeser dari sekadar kuantitas penyelenggaraan turnamen menuju perubahan perilaku hidup aktif. Pemerintah mendorong penggunaan data dan indikator terukur untuk memastikan keterlibatan masyarakat dari tingkat keluarga, sekolah, hingga lingkungan kerja dalam menjaga tingkat kebugaran mandiri.

Upaya menghadirkan atlet berprestasi di kancah nasional maupun internasional pun dinilai sangat bergantung pada penguatan budaya olahraga di tingkat tapak. Generasi muda dan anak-anak memerlukan ruang publik serta kesempatan yang luas untuk bergerak bebas, sehingga bakat-bakat potensial dapat lahir secara alami dari masyarakat yang gemar berolahraga.