Universitas Teuku Umar (UTU) mengambil langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor minyak dan gas dengan menggandeng Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia. Kunjungan resmi yang berlangsung di kampus UTP pada Selasa (23/6) ini menjadi tonggak awal kolaborasi kedua institusi pendidikan tinggi dalam mencetak tenaga ahli migas yang kompeten, khususnya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Barat Selatan Aceh.

Rombongan delegasi UTU dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., IPU., Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng., IPM., serta Ketua The 12th International UTU Awards 2026, Ir. Agam Rizki, S.Pt., M.Si., IPM. Di pihak tuan rumah, rombongan diterima oleh Chair of Petroleum Engineering UTP Dr. Mohd Azuan Maoinser dan Dean of Centre for Foundation Studies UTP Dr. Aliza Sarlan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang mencakup penguatan kerja sama akademik, program mobilitas mahasiswa lintas negara, pengabdian masyarakat berskala internasional, hingga peluang beasiswa bagi jenjang magister dan doktor. Sosialisasi kompetisi inovasi The 12th International UTU Awards 2026 turut menjadi agenda pembahasan. Fokus utama diskusi diarahkan pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang pertambangan dan perminyakan yang relevan dengan kebutuhan kawasan Barat Selatan Aceh.

Sebagai hasil konkret dari pertemuan ini, kedua institusi menyepakati pengembangan program khusus magister dan doktor kerja sama UTU-UTP. Kesepakatan lainnya mencakup penyelenggaraan kelas internasional berbahasa Inggris serta implementasi program pertukaran mahasiswa. Seluruh program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas akademik kampus sekaligus memperkuat daya saing lulusan dan tenaga pendidik di level global.

Pemilihan UTP sebagai mitra kolaborasi bukan tanpa alasan. Universitas berbasis di Malaysia ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Asia dan dunia, terutama dalam bidang teknik, pertambangan, dan perminyakan. Reputasi tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan di Aceh yang tengah mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya.

Prof. Ishak Hasan menegaskan bahwa kerja sama dengan UTP merupakan bagian dari visi jangka panjang UTU dalam menyiapkan tenaga profesional berkaliber internasional. Menurutnya, potensi sumber daya alam Aceh yang melimpah, ditambah beroperasinya sejumlah perusahaan pertambangan dan ditemukannya cadangan minyak baru, menjadikan kebutuhan akan tenaga ahli migas semakin mendesak.

"Kolaborasi dengan UTP sebagai salah satu universitas terbaik di dunia pada bidang perminyakan diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global untuk mendukung pengelolaan sektor pertambangan dan migas secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Barat Selatan Aceh," tegas Prof. Ishak Hasan.

Kunjungan ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, pengembangan kapasitas SDM, dan perluasan akses pendidikan di tingkat internasional, UTU berkomitmen menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan dan pembangunan di Aceh.