Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperluas kerja sama akademik internasional melalui program pengabdian kepada masyarakat yang digelar bersama Politeknik Ibrahim Sultan (PIS), Johor Bahru, Malaysia. Kegiatan bertajuk “ReDesign Canvas Training through International Collaboration for Sustainable Fashion Brand Technopreneurship” itu berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026.
Program ini diinisiasi oleh dosen Fakultas Teknik UNJ melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional. Fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa dalam merancang model bisnis fashion berkelanjutan yang memadukan unsur teknologi, kreativitas, kebutuhan pasar, serta prinsip keberlanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dari UNJ dan PIS terlibat dalam proses pembelajaran kolaboratif menggunakan pendekatan ReDesign Canvas. Mereka berdiskusi, bertukar perspektif, dan menyusun konsep Sustainable Fashion Brand yang relevan dengan perkembangan industri fashion global.
Kolaborasi ini turut melibatkan Norulaini Binti Mohd Ramly, dosen Politeknik Ibrahim Sultan, sebagai mitra internasional. Ia berperan dalam memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di Malaysia, mengoordinasikan partisipasi mahasiswa PIS, serta memperkuat jejaring akademik antara kedua perguruan tinggi.
Dari pihak UNJ, kegiatan dipimpin oleh Rahayu Purnama selaku Ketua Tim PkM. Ia didampingi oleh Vivi Radiona, Melly Prabawati, serta dua mahasiswa, yakni Zalfaa Khaalishah Rahmadani dan Indah Sri Lestari Solihah. Keterlibatan dosen dan mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman akademik lintas negara.
Rahayu Purnama, yang juga dosen Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik UNJ, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman tentang bisnis fashion, tetapi juga membangun kemampuan bekerja dalam lingkungan lintas budaya.
“Melalui pelatihan ini, dosen dan mahasiswa tidak hanya belajar menyusun model bisnis fashion yang inovatif, tetapi juga mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam tim lintas budaya. Sinergi internasional seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan industri fashion yang berkelanjutan,” ujar Rahayu.
Menurut UNJ, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perubahan kebutuhan industri fashion dunia. Sumber daya manusia di sektor tersebut kini dituntut tidak hanya menguasai desain, tetapi juga mampu membaca peluang pasar, memanfaatkan teknologi, dan merancang praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial maupun lingkungan.
Melalui metode ReDesign Canvas, peserta diarahkan untuk menyusun strategi bisnis yang tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya nilai sosial, efisiensi sumber daya, dan pola produksi yang lebih berkelanjutan.
Selain menjadi ruang pelatihan, program ini juga berfungsi sebagai sarana penguatan jejaring akademik Indonesia-Malaysia. Gagasan yang dihasilkan peserta diharapkan dapat berkembang menjadi produk inovatif, riset bersama, hingga peluang inkubasi bisnis di bidang fashion berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama peningkatan kualitas pendidikan, penguatan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab, dan kemitraan strategis lintas negara.
Melalui kerja sama ini, UNJ dan Politeknik Ibrahim Sultan menegaskan komitmen untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Kemitraan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang mendukung transformasi industri fashion berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.