Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) terus melakukan lompatan inovasi dengan mempersiapkan transisi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang ditargetkan berjalan penuh pada tahun 2026. Guna menyukseskan program ini, Unismuh tengah mengembangkan sistem digital khusus yang dirancang untuk mengukur dan menganalisis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara real-time dan akurat di setiap program studi.
Langkah strategis ini dimatangkan dalam Rapat Persiapan Penerapan Kurikulum OBE di Menara Iqra Unismuh Makassar pada Selasa (4/8/2026). Pertemuan penting tersebut mempertemukan Wakil Rektor I, Wakil Rektor IV, jajaran Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Digital Futuristik (P4DF), serta para ketua program studi untuk menyamakan visi transformasi akademik ini.
Selama ini, penghitungan capaian pembelajaran mahasiswa di Unismuh masih mengandalkan proses manual yang memakan waktu cukup lama. Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, menyoroti kendala efisiensi yang dihadapi para ketua program studi akibat beban administratif tersebut. Kehadiran sistem digital diharapkan mampu memangkas waktu kerja, meminimalkan kesalahan, sekaligus menyediakan basis data yang valid untuk kebutuhan akreditasi lembaga.
Pengembangan aplikasi ini membutuhkan sinergi data yang solid. Sekretaris P4DF Unismuh Makassar, Dr. Ishaq Madeamin, menjelaskan bahwa aplikasi penilaian ini mengandalkan pemetaan relasi yang runtut antara CPL, capaian pembelajaran mata kuliah, materi ajar, hingga metode penilaian. Sejauh ini, 32 program studi telah menyetorkan data kurikulum mereka untuk diverifikasi dan diintegrasikan ke dalam sistem.
Menariknya, Unismuh juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu merumuskan draf Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan rubrik penilaian. Kendati demikian, pihak kampus menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan ini hanya bersifat sebagai alat bantu administratif. Sentuhan profesionalitas, empati, dan kompetensi dosen pengampu tetap menjadi penentu utama kualitas pengajaran.
Di sisi lain, Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, mengingatkan pentingnya menanamkan identitas lembaga ke dalam kurikulum baru. Selain nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi fondasi utama, visi rektorat berupa "Integrated Green Islamic Futuristic" yang menekankan kepedulian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan akan diterjemahkan secara konkret ke dalam mata kuliah di seluruh program studi.