Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) menjalin kemitraan strategis dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat untuk memodernisasi pengelolaan air di Indonesia Timur. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pengembangan sistem monitoring digital di Daerah Irigasi Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. Kerja sama resmi dimulai setelah penandatanganan kesepakatan dan rapat perdana program kerja tahun anggaran 2026 di Manokwari.

Langkah digitalisasi ini diambil guna menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air yang kian kompleks. Dengan sistem baru ini, pengawasan terhadap debit air, pola distribusi irigasi, serta pemeliharaan infrastruktur jaringan dapat dilakukan secara waktu nyata (real-time) dan presisi. Dekan FTP UGM, Prof. Eni Harmayani, menegaskan bahwa sinergi akademisi dan pemerintah ini menjadi fondasi krusial bagi ketahanan pangan berbasis inovasi teknologi.

Guna memastikan sistem berjalan selaras dengan regulasi daerah, UGM dan BWS juga berkoordinasi intensif dengan Dinas PUPR serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat. Pemerintah daerah pun menyatakan komitmen penuh untuk menyokong program ini melalui penyediaan data wilayah dan fasilitas penunjang yang dibutuhkan di lapangan.

Sebagai langkah awal, tim ahli dari Pusat Kajian Modernisasi Irigasi dan Pertanian (PKMIP) UGM telah diterjunkan langsung untuk melakukan survei di lapangan. Tim memetakan seluruh jaringan irigasi dari bendungan utama hingga saluran tersier terkecil untuk mengidentifikasi titik pemasangan sensor digital yang paling efektif sesuai topografi wilayah Oransbari.

Selain pemetaan fisik, tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Sigit Supadmo Arif dan Dr. Ansita Gupitakingkin Pradipta juga mengukur Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI). Melalui dialog langsung dengan petani dan petugas pintu air, tim mengkaji sejauh mana kelembagaan lokal siap mengadopsi teknologi baru agar pemanfaatan sistem digital ini dapat berlangsung berkelanjutan.

Modernisasi irigasi di Papua Barat ini tidak hanya fokus pada pemasangan perangkat keras, melainkan juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan. Program percontohan di Oransbari ini diharapkan menjadi tolok ukur (benchmark) keberhasilan modernisasi irigasi berbasis teknologi di kawasan Indonesia bagian timur.