Aktivitas penerbangan jet bisnis di tingkat global menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang semester pertama tahun 2026. Laporan terbaru dari AVI-GO bertajuk "Business Aviation H1 2026 Review" mencatat total pergerakan jet bisnis di seluruh dunia mencapai 1,707 juta penerbangan, naik sebesar 2,53 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya permintaan terhadap armada pesawat jet berukuran ringan (light jet) dan menengah (midsize jet) yang menawarkan efisiensi tinggi. Dalam kategori ini, jet bisnis pabrikan asal Brasil, Embraer Phenom 300, menempati urutan teratas sebagai pesawat dengan tingkat utilisasi paling aktif secara global, dengan mencatatkan sebanyak 143.113 pergerakan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Menyusul di peringkat berikutnya, Cessna Citation Latitude mencatatkan 96.076 pergerakan, diikuti oleh Bombardier Challenger 350 yang membukukan 73.546 penerbangan. Dominasi pasar manufaktur jet bisnis global saat ini masih dipegang kuat oleh Cessna dengan pangsa pasar mencapai 35,16 persen, disusul Bombardier sebesar 22,28 persen, dan Embraer yang mengamankan posisi ketiga dengan pangsa 14,51 persen.

Dari aspek geografis, wilayah Amerika Utara masih menjadi kontributor utama dengan menguasai 75,77 persen pangsa pasar global atau setara dengan 1,29 juta penerbangan. Meskipun demikian, pertumbuhan tercepat justru terjadi di luar wilayah Amerika Utara dan Eropa yang melonjak sebesar 5,91 persen, sementara pasar Eropa cenderung stagnan dengan sedikit penurunan tipis sebesar 0,38 persen.