Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyerukan urgensi peningkatan kapasitas bagi seluruh praktisi pajak di tanah air. Dalam Seminar Perpajakan yang diselenggarakan IKPI Cabang Kota Tangerang di Gading Serpong, Sabtu (4/7/2026), Vaudy menekankan bahwa konsultan pajak tidak boleh lagi sekadar menjadi pelaksana teknis, melainkan harus mampu berevolusi menjadi penasihat bisnis yang andal.
Perubahan lanskap ekonomi global, yang ditandai dengan percepatan digitalisasi dan pergeseran regulasi perpajakan, menjadi pemicu utama perlunya transformasi ini. Menurut Vaudy, klien saat ini membutuhkan pendampingan yang jauh melampaui aspek kepatuhan administratif, mencakup aspek hukum korporasi, tata kelola perusahaan, hingga mitigasi risiko bisnis yang kompleks.
Untuk merespons tantangan tersebut, organisasi telah menyusun strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas sektor. IKPI kini memfasilitasi anggotanya untuk menempuh pendidikan formal hingga jenjang doktoral, serta mengadopsi skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk mengonversi pengalaman praktik lapangan menjadi pengakuan akademik.
Lebih lanjut, Vaudy mendorong anggotanya untuk membangun sinergi dengan berbagai asosiasi profesi lain. Langkah ini dipandang krusial guna memperluas keahlian konsultan agar mampu memberikan solusi komprehensif bagi dunia usaha, khususnya dalam menyikapi dinamika sektor e-commerce yang tengah berkembang pesat.
"Ini adalah investasi bagi masa depan profesi kita. Saya mengajak seluruh anggota untuk terus belajar dan mengasah kompetensi agar konsultan pajak tidak hanya diakui sebagai mitra strategis negara dalam pengamanan penerimaan, tetapi juga sebagai pilar kepercayaan bagi wajib pajak," tegas Vaudy di hadapan 120 peserta seminar.