Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK) mulai melangkah ke arah kemandirian finansial dan penguatan ekosistem inovasi. Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran program Dentistry USK Enterprise Initiative (DEI) di bawah kepemimpinan dekan baru periode 2026–2031, Dr. drg. Zulfan M. Alibasyah, Sp.Perio.

Program DEI ini mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pengembangan bisnis melalui empat unit usaha utama: Dental Continuing Education Center, Disaster Dental Center, Research Contract Unit, dan Digital Dentistry Center. Kehadiran unit-unit ini dirancang untuk menjembatani kolaborasi multisektor yang melibatkan akademisi, industri, pemerintah, hingga jejaring internasional.

Dekan FKG USK, Zulfan M. Alibasyah, menegaskan bahwa institusi pendidikan tinggi masa kini tidak boleh hanya berfokus pada pencetakan lulusan. Perguruan tinggi dituntut aktif melahirkan inovasi nyata yang berdampak sosial sekaligus menghasilkan pendapatan sehat secara mandiri untuk menopang mutu akademik.

Lebih lanjut, unit bisnis ini menjadi katalisator bagi hilirisasi berbagai riset unggulan yang selama ini dihasilkan oleh para dosen FKG USK, mulai dari pemanfaatan keanekaragaman hayati khas Aceh hingga pengembangan biomaterial kedokteran gigi. Melalui Research Contract Unit, kerja sama dengan sektor industri akan dioptimalkan guna mendorong lahirnya produk berpaten.

Sementara itu, unit lainnya memiliki fokus spesifik. Dental Continuing Education Center akan memfasilitasi pelatihan kompetensi dokter gigi, sedangkan Disaster Dental Center akan memperkuat keahlian forensik dan kedokteran gigi kebencanaan yang sangat relevan dengan sejarah mitigasi bencana di Aceh. Adapun Digital Dentistry Center disiapkan untuk mempercepat adopsi teknologi digital di lingkungan pelayanan dan riset kampus.

Sebagai program 100 hari kerja pertamanya, Zulfan memprioritaskan pembenahan internal berupa tata kelola digital, audit organisasi, serta studi banding ke sejumlah kampus ternama seperti Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada untuk menyusun model bisnis yang akuntabel.

FKG USK kini membuka pintu kemitraan seluas-luasnya bagi BUMN, industri farmasi, hingga lembaga pendidikan di Asia Tenggara. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan visi besar fakultas sebagai pusat "Dentopreneur" yang kompetitif dan memberikan dampak nyata di level ASEAN.