Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Selatan resmi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) Luar Biasa di Banjarbaru pada Sabtu (11/7/2026). Forum strategis ini menjadi titik balik penting dalam upaya penataan organisasi serta perumusan kebijakan yang lebih progresif bagi pengembangan olahraga rekreasi di Banua.
Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, menekankan bahwa Musprov ini melampaui sekadar agenda pemilihan ketua baru. Ia menyoroti pentingnya semangat kolaborasi, transparansi, dan demokrasi sebagai landasan utama dalam menjalankan roda organisasi. Pemprov Kalsel berharap kepengurusan yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dengan program kerja yang inovatif.
Pebriadin menambahkan bahwa KORMI harus terus bertransformasi menjadi motor penggerak gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal. Ia menekankan bahwa olahraga masyarakat tidak selalu bergantung pada fasilitas besar, melainkan pada optimalisasi potensi di tiap daerah agar masyarakat tetap bugar dan bahagia. Selain itu, kesiapan menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) di Palu menjadi agenda krusial yang memerlukan konsolidasi atlet secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Ketua Karateker KORMI Kalsel, Ari Yuniawan, menyatakan bahwa keberhasilan Musprov Luar Biasa ini merupakan buah dari komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, hingga komunitas menjadi kunci utama untuk memperluas jangkauan partisipasi publik dalam berolahraga.
Menanggapi dukungan anggaran, pihak pemerintah menegaskan akan tetap memberikan perhatian melalui skala prioritas. Bantuan akan dialokasikan pada cabang-cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi tinggi serta dampak partisipasi yang luas bagi masyarakat, selaras dengan semangat efisiensi anggaran daerah.