Impian Belgia untuk meraih kejayaan di Piala Dunia 2026 harus pupus setelah mereka tersingkir di babak perempat final. Kekalahan dari Spanyol tersebut menjadi noktah terakhir bagi era yang dikenal sebagai 'Generasi Emas' Belgia, sebuah kelompok pemain berbakat yang mendominasi sepak bola internasional selama lebih dari satu dekade terakhir.

Istilah 'Generasi Emas' sendiri mulai melekat sejak era 2010-an, ketika sejumlah talenta muda Belgia mulai menguasai liga-liga top Eropa. Nama-nama besar seperti Eden Hazard, Vincent Kompany, hingga Kevin De Bruyne sempat memberikan harapan tinggi bagi publik sepak bola dunia bahwa Belgia akan menjadi kekuatan yang tak terbendung.

Perjalanan generasi ini penuh dengan pasang surut. Setelah mencapai babak perempat final di Piala Dunia 2014, mereka sempat mencicipi kesuksesan dengan menempati peringkat ketiga pada edisi 2018. Namun, performa tim sempat merosot tajam pada turnamen empat tahun lalu, di mana mereka bahkan gagal menembus fase grup.

Dalam gelaran Piala Dunia 2026, sisa-sisa kejayaan masa lalu masih terlihat melalui kehadiran Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, Axel Witsel, dan Romelu Lukaku. Meskipun Lukaku mampu mencetak tiga gol sepanjang turnamen, kontribusi para pemain veteran tersebut belum cukup untuk menaklukkan kedigdayaan Spanyol di babak delapan besar.

Kekalahan getir ini seolah menjadi perpisahan resmi bagi kolektif yang sempat digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara dunia. Kini, perhatian publik tertuju pada masa depan timnas Belgia, dengan spekulasi pensiun mulai membayangi para pemain pilar, menyusul kegagalan yang menutup lembaran manis 'Generasi Emas' di pentas internasional.