Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur mengambil langkah progresif dengan menggelar forum dengar pendapat umum (public hearing) secara daring. Kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan Rencana Strategis (Renstra) Bisnis 2025–2029 dan Rencana Kerja (Renja) 2027, sekaligus menjadi wadah bagi manajemen untuk memaparkan jenis serta standar pelayanan terbaru langsung kepada publik.
Forum interaktif yang dilaksanakan melalui ruang virtual Zoom ini diikuti oleh berbagai elemen penting daerah. Selain jajaran internal rumah sakit dan Dewan Pengawas RSUD Kudungga, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, pimpinan puskesmas dan klinik, aparat kecamatan, kepala desa, ketua RT se-Kecamatan Sangatta Utara, hingga perwakilan dari berbagai paguyuban masyarakat setempat.
Direktur RSUD Kudungga, dr. Muhammad Yusuf, M.Kes, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar sosialisasi formalitas. Pihaknya berkomitmen penuh untuk mentransformasikan dokumen perencanaan jangka menengah dan tahunan tersebut menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada kenyamanan pasien.
Menurut Yusuf, sinergi lintas sektor—termasuk integrasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik swasta—merupakan pilar utama dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang tangguh di Kutai Timur. Pihak manajemen secara terbuka meminta kritik konstruktif dan masukan dari publik untuk memetakan aspek pelayanan yang masih membutuhkan pembenahan.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula standar pelayanan operasional pada sejumlah unit vital. Pemaparan mencakup standar baku di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, pelayanan rawat jalan, hingga ruang perawatan kritis seperti ICU serta PICU/NICU. Standardisasi ini dinilai krusial sebagai pedoman kepastian layanan yang konsisten, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Pertemuan ini memicu diskusi dinamis, dengan banyaknya tanggapan dari peserta seputar prosedur administrasi, waktu tunggu pelayanan, hingga fasilitas penunjang medis. Manajemen RSUD Kudungga berharap kolaborasi dua arah seperti ini terus terjalin demi memupuk transparansi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik daerah tersebut.