Kelompok Tani Kopi Benteng Senggang di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, kini memiliki asa baru dalam menjaga kualitas produksi kopi mereka. Melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang diinisiasi oleh Universitas Bosowa, para petani di lereng pegunungan Lompobattang ini mendapatkan akses teknologi tepat guna berupa Solar Dryer Dome sebagai solusi atas tantangan cuaca yang kerap menghambat proses pascapanen.
Selama ini, petani kopi di wilayah tersebut sangat bergantung pada sinar matahari untuk mengeringkan biji kopi. Namun, tingginya curah hujan di kawasan tersebut sering kali menyebabkan biji kopi berjamur dan kualitasnya menurun drastis. Kehadiran rumah pengering berbentuk kubah berpenutup plastik ultraviolet ini memungkinkan proses pengeringan tetap berjalan optimal meski cuaca sedang tidak menentu, sekaligus memangkas waktu produksi secara signifikan dari hitungan bulan menjadi lebih singkat.
Tim pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Tismi Dipalaya tidak hanya menyerahkan perangkat teknologi, tetapi juga memberikan pelatihan mendalam mengenai teknik pengolahan kopi modern seperti metode washed, honey, dan natural. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual kopi melalui perbaikan profil rasa, sehingga diharapkan kesejahteraan ekonomi para petani dapat meningkat seiring dengan standar mutu produk yang lebih baik.
Selain aspek teknis, program ini turut memperkuat manajemen kelembagaan kelompok tani. Melalui pendekatan edukasi iklim reflektif, para petani diajak memahami keterkaitan antara perubahan pola iklim dengan praktik pertanian mereka. Dengan adanya sistem operasional yang terstruktur dalam pengelolaan alat produksi komunal, Kelompok Tani Benteng Senggang kini memiliki pondasi yang lebih kuat untuk menjaga keberlanjutan produktivitas kopi di tengah ketidakpastian perubahan iklim global.