Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, resmi memulai proyek rehabilitasi besar-besaran untuk dua pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yakni Puskesmas Waborobo dan Puskesmas Lakologou. Langkah strategis ini diambil guna menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas layanan kesehatan yang lebih memadai, modern, dan nyaman seiring dengan peningkatan jumlah pasien di wilayah tersebut.
Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, menjelaskan bahwa renovasi total ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang aman dan prima. Menurutnya, kapasitas fisik Puskesmas Waborobo saat ini sudah sangat padat, sehingga diperlukan pengembangan infrastruktur yang lebih representatif untuk mengakomodasi kunjungan warga yang terus meningkat.
Proyek perbaikan sarana kesehatan ini masuk ke dalam daftar sepuluh program pembangunan strategis yang sedang diprioritaskan oleh Pemkot Baubau. Selain membenahi fasilitas medis, pemerintah daerah juga tengah fokus menggarap penataan kawasan Kotamara, revitalisasi Pasar Wameo, serta optimalisasi jaringan transmisi air bersih guna meningkatkan standar hidup warga setempat secara menyeluruh.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederick Tangke Allo, menuturkan bahwa Puskesmas Waborobo pertama kali didirikan pada tahun 2008 dan mulai beroperasi penuh setahun setelahnya. Setelah hampir dua dekade melayani masyarakat, peremajaan fasilitas dinilai sangat mendesak agar sesuai dengan standar pelayanan medis modern. Proyek revitalisasi ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kesehatan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp8,22 miliar, dengan target pengerjaan selama 150 hari kalender hingga akhir November 2026.