Tim pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan solusi modern bagi para perajin keripik pisang di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Melalui pengenalan teknologi penggoreng hampa udara (vacuum fryer), Itera berupaya mentransformasi metode produksi tradisional warga agar lebih efisien dan mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Selama ini, kelompok ibu-ibu Tim Penggerak PKK setempat mengandalkan cara tradisional menggunakan wajan terbuka di atas kompor gas tanpa pengukur suhu. Metode konvensional tersebut kerap memicu kendala, mulai dari tingkat kematangan yang tidak konsisten, produk mudah gosong, hingga tingginya penyerapan minyak yang berpotensi menurunkan kualitas dan daya simpan keripik.

Ketua Tim Pengabdian Itera, Dr. Eka Nurfani, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa unit vacuum fryer ini dirancang khusus sesuai dengan data skala produksi dan karakteristik pisang mitra lokal. Mesin yang berbahan pelat stainless steel food grade tersebut dilengkapi sistem penurun tekanan berbasis vacuum ejector, pemanas LPG, serta panel kontrol digital yang memudahkan pemantauan suhu secara presisi.

Prinsip kerja alat ini mampu menurunkan titik didih air pada irisan pisang, sehingga proses pematangan terjadi pada suhu relatif rendah. Alhasil, keripik yang dihasilkan jauh lebih renyah, warna alami pisang terjaga, serta kandungan minyak yang terserap menjadi sangat minim dibanding metode biasa.

Untuk memastikan keberlanjutan program, tim lintas disiplin yang melibatkan pakar teknologi pangan, farmasi, hingga mahasiswa KKN-Rekognisi juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis. Panduan komprehensif ini mencakup tahapan penyeleksian bahan baku, pengirisan, pengoperasian mesin, hingga proses pengemasan agar UMKM lokal mampu mandiri dan bersaing di pasar modern.