KPMG Australia resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 387 karyawannya. Langkah efisiensi ini diambil sebagai respons atas penurunan tajam pendapatan di sektor jasa konsultasi serta buntut dari skandal penyalahgunaan informasi klien yang mengguncang reputasi perusahaan.
Kebijakan pengurangan tenaga kerja yang diumumkan pada akhir Agustus ini berdampak pada sekitar 5 persen dari total staf perusahaan. Pengurangan tersebut mencakup 360 karyawan dan 27 mitra (partner) yang tersebar di divisi konsultasi serta layanan bisnis pendukung.
Kinerja keuangan KPMG Australia sepanjang tahun fiskal yang berakhir Juni lalu menunjukkan tren negatif. Pendapatan total korporasi menyusut sebesar 1 persen, sementara lini bisnis konsultasi yang menjadi pilar utama justru anjlok hingga 17 persen. Manajemen menyatakan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari penyesuaian biaya operasional di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dampak dari laporan pelanggaran (whistleblower).
Selain menekan pengeluaran, KPMG Australia tengah berupaya menyederhanakan struktur organisasi agar operasional mereka dapat lebih terintegrasi dengan standar global. Langkah ini juga menjadi upaya pemulihan setelah perusahaan dituduh menggunakan data rahasia klien secara ilegal demi memenangkan proyek baru, sebuah kasus yang mencoreng kredibilitas industri konsultan di negara tersebut.
Maraknya pelanggaran etika di sektor audit dan konsultasi akhirnya mendorong Pemerintah Australia untuk memperketat regulasi. Pemerintah setempat kini tengah merancang aturan baru yang akan memberikan wewenang pengawasan lebih luas kepada regulator serta ancaman denda yang jauh lebih besar bagi korporasi yang melanggar aturan.