Menyongsong peringatan 80 tahun Hari Veteran Perang pada Juli 2027, Akademi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam (VAST) secara intensif menerapkan teknologi genetika mutakhir guna menjawab tantangan identifikasi sisa-sisa jenazah prajurit yang telah terkubur selama puluhan tahun. Langkah ini merupakan bagian integral dari "Kampanye 500 Hari" yang diinisiasi oleh Komite Pengarah Nasional 515 untuk memberikan kepastian identitas bagi ribuan martir yang belum terdata.
Pusat Pengujian DNA di bawah naungan VAST kini mengandalkan teknologi pengurutan gen generasi berikutnya atau Next-Generation Sequencing (NGS) yang dikombinasikan dengan analisis SNP (Single Nucleotide Polymorphism). Metode ini menandai lompatan besar dari teknik DNA mitokondria konvensional yang kerap terkendala oleh kondisi sampel tulang yang sudah terdegradasi parah, terfragmentasi, atau terpapar faktor lingkungan ekstrem selama bertahun-tahun.
Hasil awal di Pemakaman Martir Tra Linh menunjukkan efektivitas teknologi ini dengan tingkat keberhasilan ekstraksi mencapai 93 persen. Hingga saat ini, para ilmuwan telah berhasil mencocokkan profil genetik dari 14 keluarga dengan sisa kerangka prajurit, memberikan titik terang bagi keluarga yang telah menanti selama berdekade-dekade. Teknologi ini memungkinkan akurasi pencocokan kekerabatan hingga empat atau lima generasi ke belakang.
Tantangan teknis di lapangan tetap signifikan, mengingat kondisi sampel yang sangat beragam dan berkurangnya jumlah kerabat langsung sebagai pembanding. Untuk mengatasinya, VAST memperluas kolaborasi internasional serta mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data dalam membangun basis data nasional yang komprehensif. Upaya ini tidak sekadar menjadi misi ilmiah, namun wujud penghormatan mendalam atas jasa para pahlawan yang gugur di medan laga.
Kampanye yang berlangsung hingga Juli 2027 ini menargetkan pencarian 7.000 jenazah serta pengujian DNA terhadap 18.000 sampel kerangka martir di berbagai wilayah utama. Melalui penguasaan teknologi ini, VAST berkomitmen untuk terus mentransfer keahlian ke berbagai fasilitas pengujian di seluruh penjuru negeri, memastikan misi mulia untuk mengembalikan nama bagi para pejuang bangsa dapat tercapai secara optimal.