Industri furnitur dan dekorasi interior Indonesia kembali memperkuat posisinya di kancah internasional dengan berpartisipasi dalam ajang bergengsi Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2026. Pameran yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di KINTEX, Gyeonggi, Korea Selatan ini menjadi panggung bagi 13 produsen tanah air untuk memamerkan produk unggulan mereka di Paviliun Indonesia.

Kehadiran paviliun Indonesia merupakan kolaborasi strategis antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dan Kementerian Perdagangan RI. Upaya ini dirancang untuk memperluas akses pasar, memperkuat citra merek produk lokal, serta menghubungkan para pelaku usaha nasional secara langsung dengan calon mitra bisnis dan pembeli di Korea Selatan.

Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan langkah nyata diplomasi ekonomi untuk mendorong produk bernilai tambah masuk ke pasar Korea. Luas Paviliun Indonesia pun ditingkatkan menjadi 144 meter persegi dibanding tahun lalu, guna menampung beragam produk mulai dari kebutuhan hunian, hotel, perkantoran, hingga furnitur khusus hewan peliharaan.

Produk yang dipamerkan menonjolkan kekuatan bahan alami Indonesia seperti kayu jati, rotan, eceng gondok, dan kerang capiz yang dipadukan dengan keahlian perajin lokal. Karakter produk yang ramah lingkungan dengan konsep desain praktis (knock-down) dinilai sangat cocok dengan tren konsumen Korea Selatan yang kini mengutamakan aspek keberlanjutan, kualitas, dan fungsi.

Peluang dagang ini semakin diperkuat oleh perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA). Melalui kesepakatan tersebut, hampir seluruh produk furnitur Indonesia telah menikmati fasilitas bebas bea masuk hingga 0 persen, memberikan keunggulan kompetitif yang besar bagi eksportir nasional di pasar Korea Selatan.

Untuk memastikan terjalinnya transaksi konkret, KBRI Seoul juga bekerja sama dengan Federasi Koperasi Industri Furnitur Korea (KFFIC) untuk menyelenggarakan sesi pencocokan bisnis. Pertemuan B2B ini mempertemukan 13 eksibitor Indonesia dengan 16 perusahaan besar Korea Selatan, termasuk raksasa ritel seperti Lotte Mart dan Shinsegae Casa, guna membuka peluang ekspor dan kemitraan jangka panjang.