Brawijaya Hospital Group memperkuat posisinya di sektor pelayanan kesehatan nasional dengan memperkenalkan serangkaian inovasi medis berbasis teknologi tinggi. Langkah strategis ini bertujuan untuk menawarkan prosedur pengobatan yang lebih aman, meminimalkan efek samping, serta mempercepat masa pemulihan pasien. Seluruh inovasi tersebut dipaparkan dalam forum edukasi kesehatan bertajuk "Saving Time, Saving Organ, Saving Future" yang diselenggarakan di Jakarta.
Salah satu terobosan utama yang menjadi sorotan adalah metode Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) yang dikembangkan di Brawijaya Hospital Taman Mini. Berbeda dengan bedah jantung konvensional yang mengharuskan pembelahan tulang dada, teknik MICS hanya membutuhkan sayatan kecil di area kanan dada atau bawah ketiak dengan bantuan kamera medis khusus. Prosedur ini secara signifikan mengurangi rasa sakit pascaoperasi, menekan risiko infeksi, dan mempercepat pasien untuk kembali beraktivitas normal.
Selain bedah jantung minim invasif, Brawijaya Hospital Saharjo memamerkan layanan penanganan gangguan irama jantung atau aritmia melalui metode ablasi. Tindakan ablasi dinilai sebagai standar baku emas untuk menyembuhkan aritmia secara permanen karena langsung menyasar sumber gangguan, berbeda dengan obat-obatan yang hanya meredam gejala. Dokter spesialis juga menyarankan masyarakat memanfaatkan perangkat sandang pintar sebagai alat deteksi dini sebelum dikonfirmasi lebih lanjut melalui pemeriksaan elektrokardiografi (EKG).
Pada aspek kesehatan ibu dan anak, ditekankan pentingnya mengontrol kadar gula darah selama masa kehamilan untuk mencegah diabetes gestasional. Kondisi diabetes yang tidak terkontrol pada ibu hamil berisiko tinggi memicu kelainan jantung bawaan pada janin, melahirkan bayi dengan berat badan berlebih, hingga ancaman hipoglikemia setelah kelahiran. Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat dan tetap aktif bergerak menjadi rekomendasi utama bagi ibu hamil.
Di bidang teknologi reproduksi, Benih IVF Center yang dikelola oleh Brawijaya Hospital menawarkan solusi fertilitas modern dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, mencapai 66,7 persen pada pasien kelompok usia 41–42 tahun melalui metode transfer embrio beku. Ke depan, Brawijaya Hospital Group berkomitmen untuk terus berekspansi dengan membuka jaringan rumah sakit baru guna memperluas jangkauan layanan kesehatan premium bagi masyarakat Indonesia.