Wall Street mencatatkan pergerakan variatif pada penutupan perdagangan Senin (24/8/2026). Indeks S&P 500 dan Nasdaq tergelincir ke zona merah akibat aksi jual masif di sektor teknologi, sementara indeks Dow Jones Industrial Average berhasil parkir di zona hijau berkat dorongan saham sektor keuangan.
Berdasarkan data bursa, Dow Jones naik tipis 0,26 persen ke level 53.417,16. Sebaliknya, indeks S&P 500 terkoreksi 0,28 persen menjadi 7.652,86, dan Nasdaq Composite memimpin pelemahan dengan turun 0,76 persen ke posisi 25.980,19. Aksi lego saham semikonduktor menjadi pemberat utama indeks, dengan koreksi tajam pada saham Micron Technology sebesar 5,8 persen, Nvidia 2,9 persen, dan Broadcom 2,6 persen.
Sentimen negatif di sektor teknologi diperparah oleh meningkatnya tensi politik terkait pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) yang dinilai rakus energi. Gubernur Texas Greg Abbott memperingatkan industri ini mengenai potensi penolakan keras dari masyarakat. Kebijakan moratorium sementara untuk persetujuan proyek pusat data baru di Texas turut menambah kekhawatiran pelaku pasar akan keberlanjutan ekspansi infrastruktur AI.
Di sisi lain, sektor otomotif juga terpukul setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor kendaraan dan suku cadang dari Kanada sebesar 50 persen menyusul kebuntuan negosiasi dagang. Ancaman ini langsung menekan saham Ford yang turun 3,3 persen dan General Motors sebesar 1,1 persen.
Kini perhatian pelaku pasar tertuju pada sejumlah sentimen penting pekan ini, termasuk rilis laporan keuangan Nvidia yang akan menguji kekuatan valuasi sektor AI. Selain itu, investor menanti rilis data inflasi personal (PCE) serta pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole guna mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga AS.