Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kolaborasi dengan orang tua mahasiswa guna menjaga kesehatan mental anak didik di tengah dinamika perkuliahan. Langkah ini diwujudkan melalui Dialog Akademik Bersama Orang Tua/Wali Mahasiswa yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (15/7/2026).

Mengusung tema "Sinergi Kampus dan Keluarga Mendukung Kesehatan Mental dan Produktivitas Mahasiswa", agenda ini menjadi bagian strategis dari Rencana Pengembangan Program Studi (RPPS) UMS. Pihak kampus menekankan bahwa keberhasilan akademik mahasiswa tidak terlepas dari stabilitas emosional yang didukung oleh lingkungan keluarga.

Ketua Program Studi Arsitektur UMS, Dr. Nur Rahmawati Syamsiyah, M.T., menegaskan bahwa peran orang tua tetap krusial meskipun anak sudah memasuki jenjang perguruan tinggi. Komunikasi yang harmonis antara kampus dan keluarga dinilai menjadi kunci utama untuk mendampingi mahasiswa melewati berbagai tantangan akademik.

Dalam kesempatan tersebut, psikolog Lusi Nuryanti, Ph.D., yang hadir sebagai narasumber, mengupas berbagai tekanan psikologis yang kerap tidak terlihat pada diri mahasiswa. Ia mengingatkan orang tua untuk bertransformasi menjadi pendengar yang baik serta menciptakan rumah sebagai tempat berlindung yang aman bagi anak-anak mereka.

Selain membahas isu kesehatan mental, dialog interaktif ini juga memaparkan visi kurikulum, sistem penilaian, hingga peluang karier lulusan Arsitektur UMS. Antusiasme peserta terlihat tinggi melalui sesi tanya jawab yang membahas cara mengatasi stres akibat nilai kuliah hingga adaptasi mahasiswa rantau.