Puluhan warga Desa Botto mendapatkan edukasi mendalam mengenai bahaya dan pencegahan penyakit hipertensi. Langkah promotif ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 sebagai bagian dari pengabdian mereka kepada masyarakat setempat.

Sebanyak 31 warga hadir dalam sosialisasi tersebut. Untuk memastikan pesan kesehatan tersampaikan dengan baik, para mahasiswa menggunakan media selebaran (leaflet) yang dikombinasikan dengan pemaparan interaktif menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dicerna oleh warga dari berbagai kelompok usia.

Materi yang disampaikan mencakup definisi dasar hipertensi, faktor pemicu, gejala awal, hingga komplikasi serius yang dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Selain itu, warga juga diajak untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten.

Dalam sesi tersebut, warga diimbau untuk membatasi konsumsi garam harian, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, aktif berolahraga, menghindari asap rokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat.

Kegiatan ini berlangsung dinamis dan interaktif. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa penggunaan selebaran sangat membantu mereka untuk mengingat kembali materi yang disampaikan setelah acara selesai. Warga lainnya juga berharap edukasi serupa dapat rutin digelar demi meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini.

Melalui program ini, para mahasiswa KKN Unhas berharap masyarakat Desa Botto tidak hanya menerapkan ilmu tersebut untuk diri sendiri, melainkan juga menularkannya kepada keluarga dan tetangga sekitar, sehingga tercipta lingkungan yang tanggap terhadap pencegahan penyakit tidak menular.