Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah progresif untuk membentengi generasi muda dari ancaman penularan HIV/AIDS. Melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru, pemerintah setempat resmi memperluas jangkauan program edukasi "KPA Goes to School" dengan menyasar para pelajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Upaya preventif ini sengaja digencarkan menyusul adanya kekhawatiran terkait pergeseran tren kasus HIV/AIDS yang kini mulai ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Langkah nyata dari program ini salah satunya berlangsung di SMP Negeri 15 Pekanbaru, Kecamatan Rumbai Timur, pada Jumat (7/8/2026), dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor kesehatan daerah.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menjelaskan bahwa intervensi dini ke sekolah-sekolah sangat krusial mengingat kerentanan kelompok remaja saat ini. Melalui sosialisasi tatap muka, para siswa diberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya virus, pola transmisi, hingga metode pencegahan agar mereka tidak terjebak dalam perilaku berisiko.

Agenda edukasi ini rencananya akan bergulir secara berkala setiap pekan secara bergiliran ke seluruh SMP di Kota Bertuah. Tidak hanya membekali siswa dari aspek medis, Pemko Pekanbaru juga menyelipkan pendekatan emosional dan spiritual dengan menghadirkan pemuka agama guna memperkuat fondasi moral serta pembinaan karakter remaja.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Agung Nugroho untuk memperkuat ketahanan kesehatan remaja. Kolaborasi aktif antara Dinas Kesehatan kota, provinsi, dan KPA diharapkan mampu mencetak agen perubahan yang aktif menjaga lingkungan pergaulan mereka dari penyebaran penyakit tersebut.