Peningkatan biaya kesehatan dan inflasi medis yang kian tak terkendali di Indonesia memicu lahirnya inovasi teknologi kesehatan yang lebih terintegrasi. Menjawab tantangan tersebut, PT Medika Inovasi Nusantara meluncurkan platform kesehatan digital (healthtech) DokterIN dengan mengusung pendekatan Connected Care 360°. Model ini dirancang khusus untuk menekan praktik tindakan medis berlebih (overtreatment) yang kerap menjadi biang keladi membengkaknya klaim asuransi kesehatan.

Tantangan finansial ini kian nyata mengingat proyeksi inflasi medis di Indonesia diperkirakan menembus angka 17,8 persen pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pembayaran klaim kesehatan perorangan telah mencapai Rp16,59 triliun, sementara klaim kelompok melonjak hingga Rp10,16 triliun. Selain itu, mayoritas perusahaan asuransi di tingkat regional mengidentifikasi pemborosan layanan kesehatan sebagai salah satu hambatan terbesar dalam industri saat ini.

Direktur DokterIN, Yurid'ka Azkaa, menjelaskan bahwa peran telemedicine kini telah bergeser dari sekadar ruang konsultasi virtual menjadi penyaring pintar (smart gatekeeper). Melalui konsep Connected Care 360°, platform ini menyatukan berbagai layanan mulai dari deteksi dini berbasis kecerdasan buatan (AI), konsultasi medis, rujukan fasilitas kesehatan, hingga pemantauan pascaperawatan untuk memastikan pasien mendapat tindakan yang sesuai kebutuhan klinis.

Dalam kurun waktu hampir dua tahun kiprahnya, DokterIN telah membangun kolaborasi strategis dengan lebih dari 15 perusahaan asuransi serta menyediakan integrasi sistem digital terpadu. Transformasi bisnis ini diharapkan tidak hanya menguntungkan penyedia layanan kesehatan digital secara finansial, melainkan juga menjaga keberlanjutan ekosistem asuransi nasional melalui efisiensi biaya yang tepat sasaran.