Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) mengambil langkah nyata dalam mengantisipasi kasus perundungan (bullying) dan menjaga kesehatan mental pelajar di Karanganyar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim akademisi ini resmi mendirikan unit Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus melatih Kader Kesehatan Remaja (KKR) di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Karanganyar.
Inisiatif ini lahir karena sebelumnya sekolah tersebut belum memiliki fasilitas medis dasar maupun tim dokter kecil. Untuk menjembatani kebutuhan krusial ini, Tim PkM FK UMS menyalurkan bantuan sarana medis yang didanai melalui skema P2AD UMS guna menunjang kesiapsiagaan fisik dan psikis para siswa.
Bantuan yang diserahkan meliputi berbagai peralatan medis esensial untuk menunjang operasional ruang UKS. Sarana pendukung tersebut di antaranya tempat tidur pasien, lemari obat, perlengkapan P3K, tandu, tensimeter digital, hingga alat ukur antropometri untuk memantau tumbuh kembang siswa.
Tidak sekadar menyerahkan fasilitas fisik, FK UMS juga memberikan pembekalan intensif kepada anggota Palang Merah Remaja (PMR) setempat untuk dicetak menjadi kader kesehatan yang berdaya. Para siswa dibekali materi penting secara interaktif, mulai dari manajemen UKS, pola gizi seimbang, kesehatan reproduksi, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, hingga simulasi pertolongan pertama.
Ketua Tim Pengabdian FK UMS, dr. Rochmadina Suci Bestari, M.Sc., menjelaskan bahwa edukasi kesehatan mental menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan ini guna meminimalisasi potensi perundungan di lingkungan sekolah. Kehadiran UKS dan kader kesehatan yang tanggap diharapkan mampu menumbuhkan budaya hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan generasi muda.