DEPOK – Dalam upaya nyata menekan prevalensi stunting di tingkat lokal, Tim Pengabdian Masyarakat (PPM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) resmi meluncurkan program "Keluarga Mandiri Sehat (KMS) Bebas Stunting". Program pengabdian masyarakat ini menyasar Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, sebagai wilayah intervensi prioritas.
Langkah ini diambil berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Depok yang menempatkan wilayah Pancoran Mas, khususnya Kelurahan Mampang, dalam zona perhatian khusus. Di kawasan tersebut, tercatat puluhan balita berisiko stunting dan sejumlah kasus ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK). Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, program ini dirancang untuk mendukung poin ketiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) demi mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera.
Ketua Tim PPM UPNVJ, Ritanti, menjelaskan bahwa program edukasi dan pendampingan ini akan berjalan intensif selama delapan bulan. Fokus utamanya mencakup peningkatan kapasitas para kader posyandu, perbaikan pola asuh gizi balita, dan pemberdayaan keluarga dalam mendeteksi gejala stunting secara dini di lingkungan rumah tangga.
Ritanti menegaskan pentingnya kemandirian keluarga dalam mengatasi masalah gizi buruk ini. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyalurkan bantuan makanan bergizi secara instan. Diperlukan edukasi humanis yang terintegrasi dengan pendekatan keperawatan komunitas, mulai dari pemantauan antropometri, pemberian ASI eksklusif hingga usia dua tahun, pengolahan MPASI berkualitas, hingga penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen yang diperkuat oleh Ritanti, Rita Ismail, Diah Ratnawati, dan T. Widya Naralia, turut memboyong 10 mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan warga. Kolaborasi ini diawali dengan rembuk warga bersama Lurah Mampang, perwakilan PKK, dan kader posyandu guna memetakan masalah kesehatan secara presisi sebelum melakukan aksi turun ke lapangan.
Sebagai tindakan konkret, tim gabungan ini menggelar kunjungan rumah ke rumah (door-to-door) di lingkungan RW 14 Kelurahan Mampang untuk mengukur tumbuh kembang balita menggunakan perangkat digital serta mendistribusikan paket makanan tambahan bergizi. Sebagai jaminan keberlanjutan program, UPNVJ juga menyusun Buku Pedoman Deteksi Dini Stunting ber-ISBN yang diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Depok.