Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai menerapkan transformasi digital dalam sistem pembinaan atlet daerah. Langkah strategis ini diambil guna memetakan potensi, memantau perkembangan, serta mengevaluasi prestasi olahraga secara lebih terukur dan berkelanjutan, khususnya menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur tahun 2026.

Upaya digitalisasi ini ditekankan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekkab Kutim, Noviari Noor, saat membuka Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutim di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Daerah, Sangatta, pada Kamis (14/8/2026). Mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman, ia meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) untuk meninggalkan metode konvensional dan beralih ke tata kelola berbasis data.

Menurut Noviari, keakuratan data sangat krusial agar program pembinaan yang dirancang oleh KONI dan masing-masing cabor tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa penentuan target perolehan medali pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut tidak boleh sekadar berdasarkan perkiraan kasar, melainkan harus dihitung secara rasional dan memiliki indikator prestasi yang jelas.

Urgensi pembinaan berbasis data ini kian mendesak mengingat pelaksanaan Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser akan berlangsung pada 14–27 November 2026. Dengan sisa waktu persiapan yang kian terbatas, Pemkab Kutim mendorong KONI dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera menyinergikan strategi agar kontingen daerah siap tempur dengan bekal data yang matang.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa Rakerkab tahun ini memang difokuskan pada perumusan skema pembinaan berbasis data serta peningkatan kompetensi pelatih dan wasit. Selain itu, agenda ini juga menjadi momentum verifikasi bagi empat cabor baru yang resmi bergabung dengan KONI Kutim, yakni lari trail (ALTI), sepak bola mini, savate, dan catur China (Xiangqi).

Rudi optimistis bahwa melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, pengurus cabor, pelatih, atlet, hingga dukungan orang tua, Kutai Timur mampu menorehkan prestasi gemilang di Paser. Pemetaan cabor unggulan yang didukung data riil diyakini akan menjadi modal utama dalam merebut podium tertinggi.