Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, meninjau langsung Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kesiapan nonteknis para atlet terpenuhi dengan baik menjelang keberangkatan ke Jepang.

Todotua menjelaskan bahwa koordinasi langsung dengan jajaran pengurus, atlet, dan tim ofisial sangat krusial untuk mengidentifikasi kebutuhan logistik, akomodasi, serta transportasi. Dukungan nonteknis yang matang diharapkan dapat meminimalisasi hambatan luar sehingga para atlet bisa fokus penuh memberikan performa terbaik di arena pertandingan.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti, menegaskan komitmen timnya untuk membawa pulang dua medali emas. Target tersebut dibidik melalui nomor spesialisasi speed dan lead, dengan tetap membuka peluang kejutan prestasi pada nomor-nomor lainnya.

Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, menyambut positif kunjungan ini sebagai suntikan motivasi tambahan. Meski demikian, Veddriq mengakui bahwa peta persaingan di level Asia kini semakin ketat seiring dengan bangkitnya kekuatan dari negara-negara seperti Tiongkok, Kazakhstan, Iran, Jepang, dan Thailand.

Berbeda dari edisi sebelumnya, sistem kompetisi kali ini mengharuskan seluruh atlet melewati fase kualifikasi yang ketat sebelum bisa memperebutkan medali. FPTI tetap optimistis kemampuan teknis atlet Indonesia yang merata serta kesiapan mental saat bertanding akan mampu mempertahankan posisi Merah Putih di podium juara.