Perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan, herbal, dan pangan fungsional, PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, calon emiten baru tersebut tengah memasuki tahapan penawaran awal atau book building dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta lembar saham baru kepada publik.

Melalui aksi korporasi ini, perusahaan mematok harga penawaran pada rentang Rp130 hingga Rp140 per saham. Dengan skema harga tersebut, SWAP berpotensi meraup dana segar dari pasar modal hingga mencapai Rp45,22 miliar. Rencananya, seluruh perolehan dana IPO ini akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja, mendanai belanja modal (capex), serta melunasi kewajiban utang perseroan.

Salah satu daya tarik utama dari SWAP terletak pada model bisnisnya yang berfokus pada hilirisasi dan komersialisasi hasil riset dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Perseroan menjembatani dunia akademis dengan industri komersial melalui produksi alat kesehatan inovatif dan produk herbal terstandar. Meski menawarkan prospek pertumbuhan yang menarik, calon investor tetap diimbau untuk mencermati secara saksama laporan kinerja keuangan serta peta jalan pertumbuhan jangka panjang perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.