Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah taktis guna mengantisipasi memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan kini resmi difungsikan sebagai posko utama penanganan dampak kabut asap.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa seluruh Puskesmas tersebut diinstruksikan untuk tetap membuka pelayanan medis tanpa libur, termasuk pada tanggal merah. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan warga dari ancaman paparan asap yang kian pekat.

Untuk menunjang operasional posko darurat ini, Pemko Pekanbaru telah mendistribusikan berbagai logistik kesehatan esensial. Setiap Puskesmas kini dilengkapi dengan pasokan masker gratis, vitamin pelindung daya tahan tubuh, serta peralatan medis khusus untuk menangani pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Selain menyiagakan fasilitas kesehatan, pemerintah setempat juga mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan, mengenakan masker saat terpaksa keluar rumah, dan meningkatkan konsumsi air putih. Warga juga dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar dan diminta segera melaporkan potensi titik api ke nomor darurat bebas pulsa TRC 112 Pekanbaru AMAN.