PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membuktikan bahwa investasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) berdampak langsung pada performa keuangan perusahaan. Melalui implementasi Human Capital Strategy 2026–2030, bank pelat merah ini sukses mengintegrasikan transformasi digital dengan peningkatan kompetensi karyawan, yang berujung pada lonjakan produktivitas sebesar 59,71 persen secara tahunan (yoy) hingga semester I-2026.
Keberhasilan ini tercermin pada perolehan laba bersih konsolidasian BTN yang tumbuh impresif sebesar 40,8 persen yoy menjadi Rp2,40 triliun pada periode yang sama. Prestasi gemilang tersebut kemudian diapresiasi dalam ajang Indonesia Human Capital Award (IHCA) XII 2026, di mana BTN memboyong empat penghargaan bergengsi, termasuk gelar prestisius bagi Direktur Human Capital & Compliance BTN, Eko Waluyo, sebagai Best of The Best Human Capital Director 2026.
Eko Waluyo menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi perbankan, manusia tetap memegang peranan krusial sebagai motor penggerak perubahan. Strategi pengembangan SDM yang diterapkan BTN berfokus pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan produktivitas karyawan yang diselaraskan dengan rencana korporasi serta arahan Danantara Indonesia.
Dalam praktiknya, BTN mengoptimalkan peran teknologi untuk mengotomatisasi pekerjaan yang bersifat repetitif. Langkah ini memberikan ruang bagi karyawan untuk beralih ke peran baru yang lebih berorientasi pada pelayanan nasabah (customer facing) dan penciptaan pendapatan (revenue generator) guna mendukung ekspansi bisnis perseroan.
Sebagai langkah antisipasi masa depan, BTN juga membekali talenta internalnya dengan keahlian mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), inovasi digital, keamanan siber, serta manajemen risiko. Pendekatan ini memastikan bahwa transformasi yang dijalankan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan administratif, melainkan menjadi pilar strategis dalam menjaga relevansi dan daya saing BTN di industri keuangan nasional.