Kebiasaan beristirahat yang buruk kembali terbukti membawa dampak serius bagi kesehatan fisik. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Blood Pressure mengonfirmasi bahwa individu yang memiliki durasi tidur kurang dari enam jam setiap malam berisiko lebih tinggi terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Temuan ini semakin memperkuat bukti medis bahwa durasi dan kualitas tidur tidak hanya berperan menjaga kebugaran tubuh harian, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan sistem kardiovaskular. Dalam riset tersebut, tim peneliti menganalisis data survei kesehatan yang melibatkan 15.650 responden berusia 65 tahun ke atas.
Para partisipan dikelompokkan ke dalam tiga kategori berdasarkan kebiasaan waktu istirahat harian mereka, yakni kelompok tidur kurang dari enam jam, tidur ideal enam hingga delapan jam, serta tidur durasi panjang sembilan jam atau lebih.
Hasil analisis mencatat sebanyak 7.345 partisipan teridentifikasi mengidap hipertensi. Ketika data kebiasaan tidur disandingkan dengan kondisi medis responden, terungkap adanya korelasi kuat antara durasi tidur yang minim dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Sementara itu, kebiasaan tidur dalam durasi panjang (sembilan jam atau lebih) tidak menunjukkan keterkaitan signifikan terhadap peningkatan risiko hipertensi.