Menghadapi peta persaingan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang semakin padat di Indonesia, produsen otomotif asal Tiongkok, Changan Automobile, resmi mengambil langkah strategis dengan memperkenalkan SUV teranyar mereka, Deepal S05. Sebagai pendatang baru yang baru beroperasi sekitar enam bulan di pasar domestik, Changan dituntut untuk melakukan penetrasi merek yang lebih agresif di tengah dominasi pemain lain seperti BYD, Wuling, dan Chery.
Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan perusahaan terletak pada diferensiasi produk. Untuk menjawab keraguan konsumen akan jarak tempuh kendaraan listrik, Changan menghadirkan Deepal S05 dengan dua opsi teknologi, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV). Inovasi REEV diyakini menjadi nilai jual unik karena memadukan motor listrik dengan generator mesin bensin untuk memperluas jangkauan operasional.
Dari sisi spesifikasi, varian REEV mampu menempuh jarak gabungan lebih dari 1.100 kilometer berkat kombinasi baterai 27,28 kWh dan mesin 1.500 cc. Sementara itu, varian BEV mengandalkan baterai LFP 68,8 kWh dengan jarak tempuh 470 kilometer sesuai standar NEDC. Performa keduanya pun cukup tangguh, dengan varian REEV yang memiliki tenaga 160 kW dan torsi 320 Nm, sedangkan varian BEV mampu menghasilkan tenaga hingga 200 kW.
Saat ini, Deepal S05 masih didatangkan dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Thailand dengan estimasi harga di kisaran Rp500 jutaan. Meski demikian, pihak Changan membuka peluang untuk melakukan perakitan lokal di masa depan melalui fasilitas National Assemblers milik Indomobil, menyusul jejak model Lumin dan Deepal S07 yang telah diproduksi di Purwakarta.