Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem kain tenun tradisional Endek Jembrana. Melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek seni, bisnis, dan perlindungan hukum, langkah ini diharapkan mampu mendongkrak nilai ekonomi produk sekaligus menjamin keberlangsungan hidup para perajin lokal.

Gagasan ini disampaikan Putri Koster dalam acara bincang-bincang di Radio Dirgantara Jembrana, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dekranasda Bali Fashion Road Show. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti isu krusial yang tengah dihadapi industri tenun lokal saat ini, yaitu krisis regenerasi penenun akibat minimnya nilai ekonomi yang diterima perajin jika dibandingkan dengan rumitnya proses produksi.

Guna mengatasi kendala tersebut, Dekranasda Bali mengusung konsep "Trilogi Fesyen" yang mencakup seni, bisnis, dan hukum. Dari sisi seni, identitas budaya dan orisinalitas motif harus tetap dijaga. Dari aspek bisnis, harga jual kain harus disesuaikan agar sebanding dengan kualitas produk dan memberikan kesejahteraan yang layak bagi penenun. Sementara dari aspek hukum, perlindungan terhadap hak cipta motif tradisional sangat vital agar tidak diklaim secara sepihak oleh pihak luar.

Lebih lanjut, Putri Koster mengajak masyarakat setempat untuk aktif mendukung industri lokal dengan membeli produk kain tenun langsung dari daerah masing-masing. Menurutnya, pertumbuhan pasar domestik merupakan fondasi utama agar profesi penenun kembali diminati oleh generasi muda. Ia pun mengapresiasi tren positif saat ini, di mana penggunaan busana berbahan Endek kian diminati oleh masyarakat lokal hingga pejabat di luar Bali.

Senada dengan hal itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Gede Agus Astapa, yang turut mendampingi dalam acara tersebut, menekankan bahwa pelestarian warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Ia mengimbau masyarakat untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menggunakan produk lokal sebagai bentuk nyata dukungan terhadap keberlangsungan kreativitas para perajin tradisional Bali.